Tentang Nusa Dua Fiesta Bali

SEJARAH NUSA DUA FIESTA

Sebagai sebuah event tahunan, Nusa Dua Fiesta (NDF) telah dilaksanakan selama Sembilan belas kali sejak Tahun 1996 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang banyak ditunggu publik di Bali. Berangkat dari sebuah ide untuk memberi sentuhan yang berbeda terhadap peran kawasan Nusa Dua selain sebagai fasilitas akomodasi dan pusat kegiatan konferensi, maka NDF mulai berkembang dari awalnya hanya kegiatan apresiasi hotel dan tenant kepada pengunjung di kawasan, menjadi sebuah pesta besar yang menjadi ajang penampilan atraksi seni, budaya, kuliner, olahraga dan hiburan.

Kehadiran NDF juga makin melengkapi agenda para wisatawan di Bali, yang mulai bergeser dari kunjungan ke destinasi tradisional berbasis budaya, menjadi kegiatan wisata artifisial yang lebih bervariasi dan dinamis. Apalagi mengingat Nusa Dua sebagai pusat MICE tingkat dunia memang membutuhkan banyak kegiatan tambahan sebagai penunjang kegiatan konferensi dan eksibisi.

Sejalan dengan waktu dan dinamika di lapangan, maka NDF juga mengalami perubahan dalam berbagai hal. Mulai dari jumlah, variasi dan skala kegiatan. Beberapa kegiatan awal yang dulu pernah dilaksanakan mulai hilang karena berbagai alasan dan kini mulai masuk beberapa kegiatan baru yang berbeda, namun diharapkan dapat memberi warna yang lebih menarik, sehingga NDF tidak menjadi tontonan yang monoton dari waktu ke waktu.

Tantangan ke depan adalah bagaimana peran setiap hotel dan tenant di kawasan Nusa Dua tetap terlihat nyata, namun mereka tidak merasa dipaksa melakukan kegiatan karena merupakan bagian dari kontribusi sosial dan pencitraan perusahaan. Di lain pihak, hadirnya puluhan ribu pengunjung dalam seluruh rangkaian kegiatan juga mampu meningkatkan nilai komersial kawasan, sehingga layak untuk dimanfaatkan bagi ajang promosi komersial bagi berbagai mitra sponsor yang berminat.

Untuk NDF 2016, ITDC menetapkan tema baru bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan kontribusi bersama seluruh stakeholder secara proporsional dengan tujuan mengangkat citra hotel dan tenant sebagai penjual jasa berkualitas, mendorong partisipasi masyarakat sekitar sebagai komunitas yang produktif dan mengangkat nilai kawasan secara keseluruhan sebagai salah satu destinasi terbaik di Bali, bahkan di Indonesia dan dunia.

Konsep ini kemudian diterjemahkan menjadi Pesta Seminggu Penuh di Kawasan Nusa Dua, berupa rangkaian kegiatan yang tiada henti dari pagi sampai malam, dilaksanakan pada berbagai venue di dalam lokasi seluas 350 hektar, yang masing-masing memiliki bentuk kegiatan berbeda dan jadwal yang terukur jelas, sehingga seluruh peserta, penonton, tamu, pengunjung dan pemirsa TV maupun media sosial dapat menikmati suguhan tiada henti dan terus menerus berkelanjutan.

PARTISIPASI DAN PENONTON

Peserta seluruh kegiatan NDF sangat bervariasi. Mulai dari golfer, pelari, pesepeda, penyelam, petenis, peserta pameran, pengukir es/buah, pedagang food truck dan tanaman, bartender, barista, penari, pemusik dan pekerja panggung. Namun semuanya merupakan peserta yang akan berkontribusi. Termasuk membayar biaya partisipasi.

Demikian juga dengan para pengunjung. Menonton acara lari, sepeda dan pameran bisa saja gratis. Namun untuk membeli makanan, tanaman dan kerajinan serta menonton penyanyi favorit, wajar saja jika mereka harus membayar. Namun semua akan tetap gembira, karena cukup banyak sponsor yang akan meluncurkan berbagai produk dan membuka kesempatan mencoba berbagai atraksi yang menarik di dalam kawasan.

SOSIAL DAN KOMERSIL

Sebagaimana pelaksanaan NDF sebelumnya, partisipasi masyarakat lokal dalam kegiatan NDF bermacam-macam. Sebagian ada yang ikut dalam kegiatan sebagai peserta pameran, penari, penabuh gamelan, penjaga keamanan dan pengatur parkir. Namun sebagian besar juga datang sebagai penonton pertunjukkan dan pengunjung biasa.

Untuk beberapa kegiatan yang bersifat atraksi dan pertunjukkan musik lokal, biasanya mereka berharap tidak perlu membayar. Namun jika pertunjukkan itu memang melibatkan musisi nasional dan bahkan asing, mereka sadar bahwa hal itu berbiaya besar dan wajar jika dikenakan biaya tiket. Hal ini juga sangat membantu pihak penyelenggara untuk melakukan pemisahan kegiatan, mana yang sosial dan mana yang komersial.

HOTELS & TENANTS

Partisipasi hotel dan tenant di dalam kegiatan NDF selama beberapa tahun terakhir cenderung pasif dan hanya terlibat dalam beberapa stand makanan dan promosi. Dalam NDF 2016 diharapkan menjadi lebih aktif, luas dan kreatif karena dengan program marketing yang lebih agresif dari ITDC, diharapkan jumlah peserta dan pengunjung NDF 2016 akan meningkat signifikan, sehingga mampu mendorong peningkatan sewa kamar (occupancy rate) dan transaksi bisnis lanjutan dari setiap hotel dan tenant yang ada di Nusa Dua.

Pembungkusan paket wisata (package bundling) antara tiket penerbangan, kamar hotel, transfer dari bandara dan tiket terusan untuk menonton berbagai pertunjukan sebaiknya sudah dapat di disain dari sekarang, sehingga akan mempermudah peserta dan pengunjung berpartisipasi penuh dalam NDF 2016 sejak awal dengan biaya yang lebih kompetitif.

GOVERNMENT SUPPORT

Sehebat apapun program yang disusun oleh ITDC dan Trans Event tentu tidak akan berhasil dengan optimal jika tidak ada dukungan dan partisipasi Pemerintah. Baik ITDC maupun Trans Event akan bersama-sama melakukan koordinasi ke Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Bali maupun Kabupaten Badung, sehingga berbagai dukungan Pemerintah dalam hal fasilitas kegiatan, sumber daya dan program dapat di-integrasikan dalam NDF 2016, sehingga akan menghasilkan kualitas kegiatan yang benar-benar optimal.

Kehadiran Presiden, Wakil Presiden, Menteri terkait dan Kepala daerah diharapkan juga akan menambah bobot kualitas kegiatan ini. Termasuk diantaranya Duta Besar dan kantor perwakilan asing di Indonesia.